🚧 Website Under Maintenance 🚧

Showing posts with label Umroh. Show all posts
Showing posts with label Umroh. Show all posts

Saturday, April 15, 2017

, ,

Kamu Yang Bertanya-tanya Tentang Umroh Backpacker, Masuk!

source: (https://valeriudgbarbu.wordpress.com)

 

Assalamu’alaikum teman-teman.

Setelah males-malesan nyelesain cerita tentang pengalaman saya umroh berdua dengan istri, banyak sekali pesan yang masuk baik melalui comments, inbox ataupun email.

Alhamdulillah, banyak sekali ternyata yang terinspirasi dan ingin sekali mengikuti umroh dengan gaya backpacker ini, hehe..

Kalau ditanya, "Bang, kapan berangkat lagi kesana?" Baru November tahun lalu saya dan teman-teman kantor (yang terinspirasi juga) berangkat ke Haramain, Alhamdulillah dapat tiket murah, kisah perjalanan segera akan saya publish di blog ini, tungguin yah.

Jika teman-teman ingin tahu lebih dalam mengenai umroh mandiri atau umroh backpacker, silakan mengunjungi group umroh yang ada di sini, Nama groupnya, Ayo Ke Mekah. InsyaAllah kita berkumpul disana saling bertukar informasi dan banyak sekali Tour Leader yang punya jadwal untuk keberangkatan umroh, tinggal sesuaikan dengan waktu teman-teman dan tentu saja sesuaikan dengan budget nya.

Jika ada yang bertanya tentang sosok Kak Butet, nanti teman-teman akan temukan di group itu juga, beliau tersebut sudah malang melintang di dunia per-umrohan. Nah kalau saya lagi mantau tiket yang ajib murahnya, InsyaAllah berangkat lagi deh, jujur Mekah dan Madinah itu ngangenin hehe.

Itu!

Wassalamu'alaikum

Fadlan Sinaga

Publisher: Fadlan Sinaga - 4:50 PM

Thursday, April 13, 2017

, ,

Umroh Mandiri, Nikmatnya Ibadah Berdua dengan Istri Part 7

Part 7 in the house yooo….

Cerita di Part 7 ini adalah part terakhir dari perjalanan umroh saya dengan istri, teman-teman yang langsung ke Part 7 di sarankan untuk membaca dari Part 1 sampai dengan Part 7 yahhh.. Cekidot

Setelah di Part 6 saya menceritakan tentang ibadah umroh kami di Mekah, nah kali ini tidak pas rasanya jika tidak berkunjung ke tempat-tempat yang bersejarah dan juga tempat dimana saat tidak musim Haji tempat itu sepiiiiii sekali, namun ketika musim Haji, jutaan orang berkumpul bersama di satu tempat.

Keesokan hari setelah kami melaksanakan ibadah umroh, kami habiskan full untuk ibadah di Mesjid Al Haram, yang kalau teman-teman ketahui beribadah di Mesjid Al Haram, pahalanya dilipat gandakan seratus ribu kali, luar biasa kan? makanya jangan pernah lewatkan untuk selalu beramal baik ketika berada di tanah haram. Oh yah, sebelum saya cerita tentang tempat-tempat yang kami kunjungi, saya mau cerita dulu tentang uniknya di sekitar Mesjid Haram.

Seperti yang sudah saya ceritakan di part-part sebelumnya, saya memang tidak mengambil catering, berhubung kami hanya berdua, jadi kami kulineran saja selama umroh, nah untungnya keadaan seperti ini adalah, kami ga perlu bolak balik hotel hanya untuk makan, setelah Sholat Subuh kami mencari sarapan di sekitar Mesjid, kemudian sholat Dhuha sampai Zuhur, beberapa kali setelah sholat Dhuha kami lakukan tawaf sunnah, yang anehnya istri saya yang sangat bersemangat sekali untuk tawaf sunnah ini, padahal dihari-hari biasa, jarang sekali mau berolah raga, hehe.. Tawaf Sunnah ini selain bernilai pahala yang besar, juga sangat baik untuk kesehatan, di tengah teriknya mentari pagi kemudian memutari ka’bah dan diakhiri dengan meneguk air zam-zam rasanya sungguh nikmat sekali, terkadang istri mengajak untuk tawaf di area cincin yang ada 2 lantai, dan kami tawaf di lantai 2, selain lebih sepi, cahaya mataharinya lebih maknyus, dan kita bisa langsung menikmat melihat para jama’ah umroh dari atas. Berhubung pengerjaan perluasah dibagian bangunan Mesjid sudah selesai, maka jika teman-teman sekarang berkunjung ke Mesjid Al Haram, sudah tidak bisa lagi menemukan cincin tersebut, kabar baiknya, tempat tawaf di bagian bawah yang sejajar dengan Ka’bah semakin luas, kabar tidak baiknya (bukan kabar buruk yahhh) jika teman-teman melakukan tawaf di area bangunan mesjid maka 1 putaran itu sekitar lebih dari 1km, dan jika 7 kali putaran maka totalnya 7km. WOW! lebih maknyus nilai ibadah nya, kan?

GOPR4498

Suasana jamaah umroh dari cincin lantai paling atas

GOPR4502

GOPR4502

Pembangunan perluasan Mesjid Al Haram

Ba’da sholat Zuhur kami biasanya akan kulineran lagi untuk makan siang, dan menunggu waktu sholat Ashar di Mesjid, setelah itu ngeteh-ngeteh cantik sampai Maghrib, kemudian Sholat Isya, lalu kembali ke hotel tidur dan melakukan hal yang sama keesokan harinya, Hotel terletak sekitar 450m dari Mesjid, praktis di hotel hanya untuk meletakkan barang dan tidur saja, sisanya banyak waktu kami habiskan di luar

IMG 5658

Suasana ketika buka bersama, ikut aja padahal saya ga puasa hehe

Dihari berikutnya, kami memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar Mekah, kami sejujurnya ga tau mau kemana saja disekitar Mekah ini, buat kami beribadah terus-terusan di Mesjid Al Haram ini sudah cukup bagi kami, tapi rasanya tak afdhol jika tidak mengunjungi beberapa tempat di sekitar Mekah, oleh karena itu kami minta tolong kembali ke Pak Mukhlis untuk menemani kami berjalan-jalan di sekitar Mekah.

Tujuan pertama kami adalah Museum Haramain, Museum ini menyimpan sejarah-sejarah penting tentang Mesjid Al Haram, yaitu dari Kiswa (sarung penutup Ka’bah di zaman Raja-Raja Saudi dahulu), Pintu Ka’bah, Alat tenun Kiswa, Talang air di Ka’bah, Sejarah pembangunan dan perluasan Masjid Al Haram dll.

IMG 5700

Pemandangan di pintu masuk museum

IMG 5703

Maket perluasan Ka’bah, ending pembangunannya akan seperti ini.

IMG 5708

Tangga untuk masuk ke dalam Ka'bah

IMG 5709

Penutup maqom Ibrahim

IMG 5715

Pintu Ka'bah

IMG 5717

Penutup (Kiswa) Pintu Ka'bah

IMG 5719

Alat tenun kiswa

IMG 5722

Sejarah pengembangan Masjid Al Haram

IMG 5725

Maket Mesjid Nabawi

IMG 5727

Sumur Zam-Zam (masih pake kerekan)

IMG 5729

Jam untuk menentukan masuknya waktu sholat

Masih banyak lagi sebenarnya di Museum tersebut, worth to visit banget deh.. Kemudian Pak Mukhlis ngajakin kami lagi ke Jabal Tsur, tempat dimana Rasulullah ﷺ bersembunyi bersama sebelum berhijrah ke Madinah, kemudian kami diajak ke Gua Hira di Jabal Nur, walaupun hanya melihat saja dari bawah, ga kebayang dulu Khadijah Radiyallahu ‘Anha bolak balik membawa makanan ke Rasulullah ﷺ saat berdiam diri di Gua Hira, di Gua Hira ini pula Rasulullah ﷺ mendapatkan wahyu pertama, ayo ada yang tahu apa wahyu pertama yang diterima Rasulullah ﷺ?

IMG 5738

Di puncak gunung tersebut lah terdapat Gua Hira

Kemudian kami diajak ke Jabal Rahmah, unik sekali disini, tempat ini sama sekali tidak ada keutamaannya, bahkan di puncak nya terdapat tugu, yang ditugu tersebut dituliskan tentang larangan-larangan ketika berada di Jabal Rahmah, Jabal Rahmah ini diyakini sebagai tempat dimana Adam dan Hawa bertemu, walaupun tidak ada dalil yang menunjukkan kalau Adam dan Hawa bertemu disitu, hehe.. Tempat ini sering dijadikan sebagai momen untuk berdo’a agar mendapatkan jodoh, jeleknya lagi, banyak yang menuliskan nama pasangannya di batuan disekitar Jabal Rahmah, hehe. Mudah-mudahan pembaca blog ini ga ada yang niru kelakuan itu yah.

GOPR4472

Di puncak gunung tersebut lah terdapat Gua Hira

Kemudian setelah itu kami mengunjungi Arafah, oh iya Jabal Rahmah ini juga termasuk sebagai area Arafah yah, kemudian ke Musdalifah dan juga Mina dan juga ke Jamarat.

GOPR4480

Muzdalifah dan tempat diujung adalah tempat melontar Jamarat

Kemudian setelah itu kami mengunjungi Mesjid Tan’im atau orang sering menyebutnya dengan Mesjid A’isyah, dulu A’isyah رضي الله عنها pernah mengambil miqot dari area ini.

IMG 5763

Mesjid Tan'im

Begitulah perjalanan umroh kami berdua, banyak suka duka yang kami dapat, tapi yang pasti rasa ingin kembali ke tempat ini setelah tiba di tanah air sangat memuncak, mudah-mudahan tetap bisa mengunjungi tanah suci ini dan Allah berikan kesehatan selalu dan kelapangan rezeki, dan mudah-mudahan pembaca yang merasakan mendapat manfaat dari blog ini dimudahkan Allah untuk mengunjungi tanah suci, آمينَ 

IMG 5863

Bersiap kembali menuju tanah air :’(

Banyak pertanyaan yang masuk via email, nanti InsyaAllah akan saya respon satu-satu yah..! Jarak ke Haramain tidak akan berubah selama kamu tidak melangkah, sekecil apapun itu langkahnya, sudah memperdekat jarakmu ke Tanah Suci! Niatkan yah!!

Wassalamu’alaikum 


 

Publisher: Fadlan Sinaga - 4:02 PM

Thursday, December 1, 2016

, ,

Umroh Mandiri, Nikmatnya Ibadah Berdua dengan Istri Part 6

Alhamdulillah sekarang masuk Part 6, buat teman-teman yang langsung masuk ke Part 6 ketika membaca blog ini, disarankan untuk membaca dari Part 1 dan seterusnya secara berurutan. Lanjuttt...

Oh iya, di Part 3, saya pernah menceritakan tentang (bi iznillal) bertemu dengan Pak Ali dan keluarga yang menjalankan umroh backpacker bersama keluarganya. Beliau ini berencana menghabiskan waktu 5 hari di madinah, sedang kami hanya menghabiskan waktu 4 hari di Madinah setelah itu kami berlepas ke Mekkah, saya dan istri sudah siap dengan kemungkinan bahwa kami akan membayar taksi yang cukup mahal agar kami dapat tiba di Mekah, Qadarallah, malamnya Pak Ali menghubungi saya via whatsapp dan mengatakan bahwa di tidak jadi 5 hari di Madinah, dan hanya 4 hari saja karena ada kesalahan perhitungan di hotel tempat dia menginap yang seharusnya hanya 4 hari tapi beliau (Pak Ali) menghitungnya 5 hari menginap. See.. Tak ada yang sulit ketika menyerahkan kesulitan kita kepada Allah setelah kita berusaha semaksimal mungkin, harusnya kami membayar mahal ongkos taksi sampai tiba di mekah, tapi mendengar ajakan Pak Ali untuk bersama-sama lagi menuju Mekah agar biaya bisa dishare, membuat biaya yang kami tanggung menjadi lebih ringan. Alhamdulillah.

Setelah melaksanakan sholat subuh berjama’ah, kami pun bersiap untuk melakukan inti dari perjalanan kami ini yaitu ber-umroh, saya pun mandi, memakai wangi-wangian di badan kemudian ber-ihrom, kemudian berangkat menuju Bir Ali tempat kami mengambil miqot. Sesampainya di Bir Ali, saya masih menyempatkan untuk mandi, berwudhu dan Sholat sunnat mutlaq di mesjid Bir Ali, setelah itu membaca niat kemudian bertalbiah, hati ini bergetar sekali mengingat fase ibadah inti ini telah dimulai dan segala larangan umroh telah diberlakukan. Saran saya, perbanyaklah bertalbiah bukan ber-selfie ria, hehe. 

Kamipun berlepas dari Bir Ali menuju Mekah Al Mukarromah, tak henti-hentinya talbiah diucapkan sampai-sampai saya pun tertidur, hehe.. Maklum saja perjalanan dari Madinah ke Mekah bisa memakan waktu hingga 6 jam, oh yah kali ini kami menggunakan mobil Toyota Innova, taksi resmi di Saudi yang kami charter untuk keberangkatan ke Mekah, biayanya kalau saya ga salah ingat 800SAR, saya dan istri patungan total 300SAR ke Pak Ali. Perjalanan ke Mekah kembali menggunakan jalan tol yang (saya juga bingung, kok bisa) kecepatan Innova ini bisa mencapai 140km/jam, padahal mobil terisi penuh dengan kami dan barang-barang kami. Sesekali kami berhenti untuk membuang hajat dan sholat Zuhur di jamak dengan Ashar dan pemberhentian yang agak lama adalah ketika kami melaksanakan sholat Maghrib.

IMG 5632

Pemandangan Saat Perjalanan Ke Mekah, Terbenamnya Matahari.

Saya lupa persisnya kami berhenti dimana, yang saya ingat banyak jama’ah umroh yang berhenti disitu, rata-rata dari mereka semua berpakaian ihrom. setelah melaksanakan sholat Maghrib di jamak dengan sholat Isya, saya dan istri menyempatkan diri belanja snack-snack dan kembali menunggu keluarga Pak Ali selesai sholat, saat saya menuju mobil Pak Ali memanggil saya, ternyata Pak Ali ini sedang berbicara dengan penjual kacang-kacang arab, kurma dan juga madu. Pak Ali menawarkan saya untuk membeli jintan hitam, jujur saja baru kali ini saya melihat jintan hitam yang sebenarnya, selama ini kan hanya tau jintan hitam yang sudah di ekstrak yang sering juga kita sebut habbatusaudah, obat dari segala penyakit, yang Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah sebutkan dalam hadist nya. Beliau juga menawarkan saya untuk membeli Madu asli dari Yaman, saya tertarik untuk membelinya dan berniat untuk memberikannya ke Bapak di rumah.

Memang sangat melelahkan sekali perjalanan ini, saya sangat tidak bisa membayangkan betapa dulu Rasulullah Salallahu ‘Alaihi wa Sallam beserta sahabat, harus menggunakan onta dan berjalan kaki dari Madinah menuju Mekah dengan suasana panas, sementara saya yang hanya tinggal duduk dan dilengkapi dengan penyejuk, masih terasa sangat melelahkan, Masyaa Allah.

IMG 5634

Pemeriksaan Identitas Ketika Masuk Ke Mekah

IMG 5675

Cakep ya? hehe

Akhirnya tibalah kami di Mekah, wah berdebar hati saya ketika akhirnya saya melihat jam yang sudah menjadi ciri khas kota Mekah berdiri tinggi menyinari angkasa dengan sinar lasernya. Selama ini hanya bisa melihat di TV tapi kali ini bisa melihat langsung, kemudian kami menuju ke Hotel nya Pak Ali, disana saya kembali bertemu dengan Pak Mukhlis, dan setelah pamitan pak sopir mengantarkan saya ke hotel di Mekah (saya lupa nama hotelnya, nanti kalau saya ingat saya update yah.. hehe). Kami diterima dengan baik oleh Showkat, pria keturunan India yang mengurusi akomodasi kami selama kami di Mekah. Beliau menyerahkan kunci dan kami (saya dan istri) pun masuk kedalam kamar hotel dan sebelum kami menuju masjidil haram, saya menyempatkan diri untuk mandi, sekedar mengilangkan keringat yang menempel di badan, walaupun tanpa sabun, tapi lumayan segar juga, setelah itu saya bersama istri melakukan umroh dimulai dari Tawaf, saat tawaf ingin sekali rasanya saya dan istri bisa menyentuh bahkan mencium hazaratul aswad, tapi apa daya, ramainya luar biasa, jika dipaksakan hanya membuat jamaah lain tersakiti, kemudian setelah melakukan tawaf dilanjutkan dengan sholat sunnat di belakang makam Ibrahim, dilanjut meneguk segarnya air zamzam, kemudian dilanjutkan dengan sa’i dan diakhiri dengan tahallul, dan setelah itu berakhirlah semua larangan-larangan ketika berihrom.

 IMG 5636

Saat Selesai Melaksanakan Tawaf


IMG 5637

Susana Di Tempat Sa'i


Ibadah umroh adalah ibadah yang benar-benar membutuhkan kesiapan fisik, saya rasanya setelah selesai melakukan umroh, merasa lega karena ibadah umroh sudah selesai namun rasa capek yang saya rasa memaksa tubuh untuk segera diistirahatkan. saya pun mengistirahatkan badan dan memulihkan tenaga untuk keesokan harinya

Selesai sudah Part 6 ini, di Part 7 akan saya ceritakan mengenai jalan-jalan kami ke Mina, Arafah, Musdalifah, Jabal Rahmah, Museum Ka’bah dan juga Mesjid Tan’im.

lanjut part 7

Publisher: Fadlan Sinaga - 3:12 AM

Saturday, October 1, 2016

, ,

Umroh Mandiri, Nikmatnya Ibadah Berdua dengan Istri Part 5

IMG 5509

 

Alhamdulillah udah masuk Part 5 aja, buat teman-teman yang langsung masuk ke Part 5 ketika membaca blog ini, disarankan untuk membaca dari Part 1 dan seterusnya secara berurutan, check it out..

Seperti yang sudah diceritakan di ending Part 4, saya telah membuat janji kepada sahabat dan guru saya, beliau adalah Hanief Subhi, Mahasiswa Universitas Islam Madinah (Al Jami’ah Al Islamiyyah bil Madinah Al Munawaroh), beliau ini mendapatkan beasiswa full di kampus yang terkenal telah menelurkan para ulama dan ahli dalam bidangnya, rektornya dahulu Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz (Rahimahullah) yang juga Mufti kerajaan Saudi, dan banyak pula jebolan-jebolannya yang membanggakan tanah air, sebut Ia Ustadz Firanda yang mengisi kajian rutin di Mesjdi Nabawi bersama Ustadz Abdullah Roy, dll yang kini telah kembali ke tanah air menebar dakwah.

Beliau ternyata sudah menunggu kami sebelum jam 10 pagi, sambil berjemur di pelataran Mesjid Nabawi, “cuaca di Madinah di penghujung tahun memang dingin mas” sambutnya. Setelah selesai berkenalan, beliau mengajak saya menuju museum Al Qur’an yang ternyata tempatnya tepat disebelah selatan Mesjdi Nabawi, dan tidak dikenakan biaya masuk untuk melihat dan mengetahui sejarah Al Qur’an di museum tersebut, di dalam kita bisa melihat Al Qur’an yang berusia lebih 100 tahun ditulis dan disusun di kulit rusa, tulisannya sudah tampak pudar tapi masih terjaga dengan baik. Ada juga Al Qur’an terkecil di dunia, yang membacanya saja harus menggunakan kaca pembesar dan tak lupa pula Al Qur’an terbesar. Dan saya sangat tertarik adanya Al Qur’an yang ditulis dijaman sahabat, uniknya selain Al Qur’an tersebut full tulisan tangan yang sangat rapi dan dapat dibaca dengan baik, tidak lupa di sertakan ornamen frame yang sangat detil dan rumit diseluruh lembar Al Qur’an tersebut. MasyaAllah luar biasa sekali, dan ada juga Al Qur’an yang di tulis di batu.

IMG 5501

Al Qur’an terbesar yang ditulis dengan tangan

IMG 5503

Koleksi Al Qur’an di Museum ini

Kemudian setelah puas mengungjungi museum Al Qur’an, kami pun mengunjungi Musen Rasulullah Salallahu Wa ‘Alaihi Wa Sallam, sayang sekali saat disini saya tidak punya photo-photonya, karena keasyikan sendiri mengikuti sejarah singkat, bagaimana rumah Rasul ketika di rekonstruksi dalam bentuk 3D, seolah-olah kita berada di rumah Rasul yang sangat sederhana tersebut, dan meneteskan air mata ketika melihat video sejarah singkat kehidupan Rasul.

Setelah mengungjungi museum Rasul, kami pun berniat untuk mengunjungi Museum Asma’ul Husna, tapi adzan dzuhur sudah berkumandang dengan indah di Mesjid Rasul ini, sehingga kami skip dan Mas Hanief menyarankan untuk mendatangi Museum tersebut keesokan harinya. Setelah itu kami bergegas ke Mesjid untuk melaksanakan sholat Dzuhur. Setelah selesai sholat dan meminum air zam zam yang selalu terisi penuh di dispenser-dispenser di dalam Mesjid, kami pun berniat mengunjungi Mesjid Quba, mesjid yang pertama kali di bangun Rasul. Mas Hanief menyakan pada kami, “Apakah masih ada wudhu? (wudhu belum batal”, dan kami mengangguk bahwa kami masih berwudhu, beliau kemudian menjelaskan keutamaan dalam mengunjungi mesjid Quba sambil membacakan hadist, “Barang siapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Mesjid Quba, lalu sholat di dalam mesjid Quba, pahala baginya sebesar pahala umroh (HR. Tirmidzi)” tanpa menghapus kewajiban untuk ber umroh, jelasnya.

Nah disini uniknya, mungkin bagi jama’ah umroh yang telah dikoordinir travel tidak merasakan hal ini, kata Mas Hanief, biasanya setelah selesai sholat Dzuhur, di luar pintu bagian barat Mesjid Nabawi, akan ada semacam angkot yang kernetnya akan teriak-teriak “Ziarah! Ziarah! Ziarah!” Tertnyata ini adalah moda transportasi murah yang akan mengantarkan kita ke 3 tempat ziarah di sekitar Madinah, Mesjid Quba, Mesjid Qiblatain dan Jabal Uhud dan akan kembali lagi ke Mesjid Nabawi, biayanya hanya 10SAR per orang, cukup murah.

IMG 5504

Suasana di dalam Mesjid Quba

IMG 5512

Mas Hanief merangkap juru photo jadinya :) ini bertempat di pintu masuk Mesjid Quba untuk laki-laki

Kemudian setelah dari Mesjid Quba yang mana sudah ditungguin sama pak supirnya, karena kelamaan berfoto-foto, dilanjutkan ke Mesjid Qiblatain, dahulu arah qiblat umat Islam adalah Baitul Maqdis (Masjid Al Aqhso) di Palestina, sampai turunnya wahyu kepada Rasulullah seperti tertulis di Surah Al Baqarah ayat 144, kemudian arah Qiblat berganti ke arah Masjid Al Haram (Ka’bah). Ketika didalamnya kita akan melihat ada 2 Mihrab, satu menghadap ke Palestine, satu menghadap ke Ka’bah, untuk mihrab yang menghadap ke Ka’bah sudah di pugar sedemikian rupa agar jama’ah tidak menghadap ke arah Palestina, jadi hanya tinggal penanda saja. Inilah sebabnya mesjid ini dinamakan Mesjid Qiblatain yang artinya mesjid dengan 2 arah Qiblat.

IMG 5515

Arah Qiblat dahulu yang mengarah ke Mesjid Al Aqhso di Palestina

IMG 5519

Arah Qiblat menuju Ka’bah yang seluruh umat Islam sekarang mengarahkan sholatnya

IMG 5523

Bagian luar Mesjid dengan adanya menara kembar

Sopir sudah menerikkan. ‘Ajalwa! ‘Ajalwa! yang artinya ayo cepat, ayo cepat. Maaf pak sopir.. namanya juga first comer. Mungkin kami disuruh bergegas karena masih ada tujuan terakhir dan pak sopir ga mau terpotong masuknya waktu sholat ashar. Kemudian kami menuju tempat dimakamkannya para tentara perang saat perang Uhud, Perang Uhud ini adalah perang yang dipimpin oleh Rasulullah, dinamakan perang uhud, karena perang ini berlangsung di bukit Uhud, perang ini melawan Kafir Quraisy yang berjumlah 1000 orang, sementara tentara perang muslim saat itu berjumlah 300 orang, dengan berbagai taktik perang dan strategi yang mumpuni, walaupun tentara islam berjumlah lebih sedikit nambun berhasil memukul mundur tentara Kafir Quraisy, namun karena tidak mau mengikuti perintah Rasulullah agar para pasukan pemanah tidak meninggalkan posisinya dalam kondisi apapun sebelum utusan Rasulullah datang memberikan kabar, yang melihat kemenangan sudah ditangan umat Islam dan mereka berlari menuruni bukit untuk mengambil harta rampasan perang. Melihat kondisi ini, Khalid bin Walid yang saat itu berada di pihak kafir Quraisy mengambil kesempatan untuk menyerang kaum muslimin, yang berakhir dengan banyaknya tentara Islam yang mati syahid, dan akhirnya umat Islam menanggung kekalahan dalam peperangan ini. Turut syahid Hamzah, paman Rasulullah yang ditombak secara diam-diam oleh Washyi, budak Jubair bin Muth’im.

IMG 5857

Photo berlatar belakang kuburan tentara yang mati syahid dalam peperangan Uhud

IMG 5859

Photo berlatang belakang bukit Uhud

Sebagai bagian dari servis, yang saya tidak tahu apakah itu dari bapak angkotnya atau sengaja dibagikan saat kami menjiarahi bukit uhud ini, kami mendapatkan free air mineral dingin, Alhamdulillah.. Suasana saat itu memang terik tapi anginnya tetap saja semriwing. Saat dikuburan para mujahidin tersebut tertulis pada plang biru dalam berbagai bahas, tata cara berziarah sesuai sunnah Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wa Sallam, Usailah perjalanan kami berziarah disekitar Madinah ini, dan kami kembali menuju Mesjid Nabawi

Sesampainya di Mesjid Nabawi, kami menunggu sholat Ashar sambil menikmati Sawarma yang kami beli di Bakso si Doel, ya warung Bakso si Doel ini adalah warung yang menyediakan masakan Indonesia, mulai dari rendang, gulai dan juga trade mark nya sendiri, bakso! Usai menikmati sawarma dan mendengar cerita bagaiman Mas Hanief bisa sampai mendapat beasiswa untuk kuliah di Universitas Islam Madinah, Selepas sholat Ashar, Mas Hanief mengajak kami untuk mengunjungi Museum Kereta Api, atau sering disebut juga dengan museum Turki.

Untuk menuju ke museum ini, mas Hanief memberhentikan mobil pribadi dan bernegoisasi harga untuk menghantarkan kami menuju museum kereta api ini, setelah didalam mobil, mas Hanief menjelaskan, semua mobil pribadi bisa menjadi taxi asalkan harga cocok, hmm.. kalo di tanah air, Uber udah di uber-uber sama taksi resmi, hehe.. Mungkin konsep bersyukur sudah tertanam baik di masyarakat di Madinah, bahwa Allah tidak akan salah memberika rezekinya kepada makhluknya.

Sesampainya di museum yang dikenal dengan Medina Al Munawara Museum and Al Hijz Railway Museum, kami tidak melihat banyak orang disana, dan hanya kami yang baru datang, penjaga juga belum terlihat, dan memang kami datang dimana museum masih jam tutup (semua fasilitas di Saudi akan ditutup ketika masuk waktu sholat), sebelum masuk kedalam museum kereta api, kami pun masuk ke dalam museum khusus yang menjelaskan sejarah tentang adanya stasiun kereta api ini, yang menyambungkan kota Madinah ke Damaskus di Syria. Stasiun kereta api ini dibangun dimasa Turki Usmani, bagaimana kondisi Madinah saat dipimpin oleh Rasulullah, saat pemerintahan Turki Usmani dan juga saat pemerintahan sekarang oleh kerajaan Saud. Kami pun melihat beberapa peninggalan kaum Tsamud, kaumnya Nabi Saleh Alaihissalam. MasyaAllah ketika membayangkan jaman dahulu, kaum Tsamud yang terkenal adalah pandai batu, memahan batuan bukit menjadi rumah tempat tinggal mereka, dan kaum Tsamud ini terkenal juga sebagai pembuat berbagai macam pernak pernik keramik yang kalau dilihat, teknologi mereke sebnarnya sudah sangat modern. Kaum Tsamud sendiri telah di musnahkan oleh Allah Subhana Wa Ta’ala karena tidak mau mengikuti perintah Allah.

IMG 5526

Batuan-batuan yang ditemukan di Madinah

IMG 5527

Pernak-pernik yang dibuat oleh kaum Tsamud

IMG 5529

Sejarah Madinah yang dulunya bernama Yathrib

Setelah usai berkeliling musem, kami pun dipersilakan masuk ke stasiun kereta api, dan kesan pertama ketika melihat stasiun ini adalah seperti tidak berada di Negara Arab, kami seperti diajak menjelajah waktu dan jarak mengunjungi Eropa, ya design di stasiun ini dipengaruhi oleh negara Turkey yang sempat memerintah di Madinah. Tak menunggu waktu lama, kami pun memanfaatkan kesempatan ini untuk berfoto-foto, kami merasa bersyukur, dijelaskan oleh Mas Hanief bahwa sedikit dari jama’ah Indonesia yang datang ke tempat ini, karena kebanyakan tidak mengetahuinya, dan memang benar, satu jam kami berkeliling di stasiun ini, kami belum menemukan adanya orang yang datang, dan tak beberapa lama kemudian datanglah jama’ah asal Turkey, ya bagi mereka tempat ini sangat istimewa, sebagai napak tilas pemerintahan Turki Usmani yang pernah berkuasa di Madina.

IMG 5538

Bagian dalam stasiun

IMG 5541

Foto berlatar belakang gerbong kereta api, pohon dibelakang itu pohon kurma yah! bukan sawit :)

IMG 5552

Edisi Post Wed, thanks Mas Hanief! nice angle!

IMG 5561

Gerbong kereta yang beralih fungsi menjadi restauran, yang restauran tersebut juga sudah tidak aktif lagi :(

IMG 5572

Nungguin siapa, Neng?

IMG 5581

Workshop kereta yang terkunci, photo ini saya ambil dari lubang dipintu dan ternyata di dalamnya, super WOW!

IMG 5595

Berasa lagi ga di Arab nih..

IMG 5597

suasana didalam workshop lainnya, yang saya ambil melalui jendela

IMG 5598

Panorama sekitar stasiun kereta

Puas berjalan-jalan didalam kami pun meninggalkan museum yang ciamik ini, dan saat keluar ternyata sudah banyak orang-orang tua dari Turkey yang akan masuk ke museum ini, mereka adalah orang-orang yang tak melupakan sejarah.

IMG 5607

Eski adamlar edilir, selamat datang orang tua.

Kamipun kembali ke Nabawi dengan memilih berjalan kaki, dan semakin takjub karena untuk menyebrang jalan dibuatkan terowongan bawah tanah, warbiasah pemerintah Saudi ini. Kemudian karena suhu sudah semakin dingin ditandai dengan mulai tenggelamnya matahari, mas Hanief pun memesankan kami Arabic Tea, yang kini menjadi minuman favorit saya, teh+susu+daun mint. Cocok sekali untuk menghangatkan tubuh. Dijalan pulang kami juga sempat memfoto mesjdi Abu Bakar.

IMG 5610

Mesjd Abu Bakar yang tak jauh dari Mesjid Nabawi

Setelah menunaikan sholat Maghrib di mesjid Nabawi, mas Hanief pun mentraktir kami makan nasi bukhori, agak bingung padahal kami sudah memaksa agar kami saja yang traktir, padahal beliau sampai meluangkan waktunya free untuk kami yang saya tahu ternyata besok beliau ada ujian, wah luar biasa sekali mas Hanief ini, beliau bercerita, ibunya berpesan agar senantiasa membantu jama’ah Indonesia yang berkunjung ke Madinah, urusan traktir ini sudah menjadi janji pada dirinya sendiri, kalau ketemu Hanief, wajib di traktir! Mas Hanief ini golongan manusia yang langka, Kamipun memaksa agar beliau menerima pemberian rendang dari kami, setidaknya beliau terobati kerinduannya dengan masakan Indonesia, semoga suka ya Mas! Pikir kami. Sampai sekarang pun saya masih berhubungan dengan beliau, yang saya ketahui beliau telah menyelesaikan kuliahnya dan kembali ke tanah air.

Usai sudah Part 5, di part 6, saya akan berbagi cerita tentang persiapan berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah Umroh. Pantengin terus yah!

 

lanjut part 6

Publisher: Fadlan Sinaga - 4:10 PM